GUNDAH


Aku menunggumu penuh harap, melebihi harapanku atas butiran-butiran padi yang kutanam untuk makanku.Kau pergi entah kapan, kususul dirimu di tempat tidurku adalah kosong tentang beritamu, hilang jejak, hilang akal, hilang pula kuasaku atas air mata.

Kau merupakan berlian dalam genggamanku,

membuatku bangga,

membuatku bahagia,

membuatku terpesona

namun juga membuatku terluka.

Ketika lagu itu kuputar, ku mencoba mendapatkan bayang atas dirimu, mencoba mengerti dirimu memang tlah tiada, mengartikan semua kegundahanku.

Di mana dirimu….dalam duka ini aku paksakan untuk tersenyum, tersenyum pada waktu, yang telah membimbingku untuk tetap setia padamu, setia pada cintaku.

Mencoba lari dari bayang itu, aku tenggelam tiada manfaat, semakin takut, takut yang sudah-sudah. Kucoba malam ini menemukan sebuah bisikan tentang kamu yang rupanya telah lama aku tunggu, bisikkan padaku betapa kerinduan kuat tak kuasa aku tolak, betapa Kamu tak terganti oleh musim dan waktu, panggilan sayang sebuah bayangan atas dirimu.

Aku tak mau pilu, aku tak mau malu atas sebuah kesetiaan yang kulakukan untukmu.

biarkan aku mencintaimu

2 Tanggapan

  1. wah pas sekali dengan prasaan ini…

    emang kalo dah gundah serba bingung yah, sembari yg kita tunggu itu blum pasti dengan perasaan kegundahan…huuuhhhh sedih deh.

    Nuhunnn

  2. Berbahagialah …karena masih memiliki cinta, kesetiaan… Bukankah dalam hidup kita pada intinya adalah menunggu…..Good Luck …Brother

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: