Dampak Penyiksaan/Pengabaian Pada Kehidupan Anak


Oleh : Jacinta F. Rini

Menurut berbagai lembaga penanganan terhadap anak-anak yang mendapat perlakuan negatif dari orang tua, ada beberapa faktor yang mempengaruhi besar kecilnya dampak atau efek dari penyiksaan atau pengabaian terhadap kehidupan sang anak. Faktor-faktor tersebut adalah:

  • Jenis perlakuan yang dialami oleh sang anak
  • Seberapa parah perlakuan tersebut dialami
  • Sudah berapa lama perlakuan tersebut berlangsung
  • Usia anak dan daya tahan psikologis anak dalam menghadapi tekanan
  • Apakah dalam situasi normal sang anak tetap memperoleh perlakuan atau pengasuhan yang wajar
  • Apakah ada orang lain atau anggota keluarga lain yang dapat mencintai, mengasihi, memperhatikan dan dapat diandalkan oleh sang anak

Sementara itu penyiksaan dan atau pengabaian yang dialami oleh anak dapat menimbulkan permasalahan di berbagai segi kehidupannya seperti:

Masalah Relational

  • Kesulitan menjalin dan membina hubungan atau pun persahabatan
  • Merasa kesepian
  • Kesulitan dalam membentuk hubungan yang harmonis
  • Sulit mempercayai diri sendiri dan orang lain
  • Menjalin hubungan yang tidak sehat, misalnya terlalu tergantung atau terlalu mandiri
  • Sulit membagi perhatian antara mengurus diri sendiri dengan mengurus orang lain
  • Mudah curiga, terlalu berhati-hati terhadap orang lain
  • Perilakunya tidak spontan
  • Kesulitan menyesuaikan diri
  • Lebih suka menyendiri dari pada bermain dengan kawan-kawannya
  • Suka memusuhi orang lain atau dimusuhi
  • Lebih suka menyendiri
  • Merasa takut menjalin hubungan secara fisik dengan orang lain
  • Sulit membuat komitmen
  • Terlalu bertanggung jawab atau justru menghindar dari tanggung jawab

Masalah Emosional

  • Merasa bersalah, malu
  • Menyimpan perasaan dendam
  • Depresi
  • Merasa takut ketularan gangguan mental yang dialami orang tua
  • Merasa takut masalah dirinya ketahuan kawannya yang lain
  • Tidak mampu mengekspresikan kemarahan secara konstruktif atau positif
  • Merasa bingung dengan identitasnya
  • Tidak mampu menghadapi kehidupan dengan segala masalahnya

Masalah Kognisi

  • Punya persepsi yang negatif terhadap kehidupan
  • Timbul pikiran negatif tentang diri sendiri yang diikuti oleh tindakan yang cenderung merugikan diri sendiri
  • Memberikan penilaian yang rendah terhadap kemampuan atau prestasi diri sendiri
  • Sulit berkonsentrasi dan menurunnya prestasi di sekolah
  • Memiliki citra diri yang negatif

Masalah Perilaku

  • Muncul perilaku berbohong, mencuri, bolos sekolah
  • Perbuatan kriminal atau kenakalan
  • Tidak mengurus diri sendiri dengan baik
  • Menunjukkan sikap dan perilaku yang tidak wajar, dibuat-buat untuk mencari perhatian
  • Muncul keluhan sulit tidur
  • Muncul perilaku seksual yang tidak wajar
  • Kecanduan obat bius, minuman keras, dsb
  • Muncul perilaku makan yang tidak normal, seperti anorexia atau bulimia

Tidak semua anak akan memperlihatkan tanda-tanda tersebut di atas karena mereka merasa malu, atau takut untuk mengakuinya. Bisa saja mereka diancam oleh pelakunya untuk tidak membicarakan kejadian yang dialami pada orang lain. Jika tidak, maka mereka akan mendapatkan hukuman yang jauh lebih hebat. Tidak menutup kemungkinan, anak-anak tersebut justru mencintai pelakunya. Mereka ingin menghentikan tindakannya tetapi tidak ingin pelakunya ditangkap atau dihukum, atau melakukan suatu tindakan yang membahayakan keutuhan keluarga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: