Sumpek dan Suntuk


Andaikan ku dapat mengungkapka perasaan ku saat ini, pada semua orang yang ada di dunia ini ingin rasanya aku beritahu mereka betapa melelahkannya hidup ini, bertahun aku menapaki hidup dengan harap aku bisa menemukan apa yang kucari tapi sepertinya sembunyim

Dalam situasi seperti ini aku jadi teringat dulu ketika ibuku masih ada ia selalu mengatakan dengan lembut, jangan mengeluh anakku, hidup ini untuk dijalani dengan penuh semangat, kamu mesti ingat masih banyak orang yang berharap mendapat kehidupan seperti yang kamu jalani tapi mereka baru memimpikannya, kalimat itu yang sekarang sering aku berikan pada murid – murid ku tapi kalau bisa jujur mudah sekali mengucapkannya tapi ternyata sulit sekali menjalaninya.

Sering kali saat aku menghadap Tuhanku yang aku ungkapkan pertama kali adalah keluh kesah, bukannya rasa syukur atas apa yang telah aku terima dari kehidupan ini, wa;laupun dalam situasi normal aku sering merasakan betapa banyak nikmat yang telah aku terima dari kehidupan ini.

Jika bicara jujur juga ternyata lebih banyak kesenagan hidup yang dinikmati dari pada susahnya, bahkan ketika aku bercanda dengan teman mereka mengatakan betapa naifnya hidup jika kita mengeluh, karena tuhan hanya memberi sedikit rasa tidak nyaman pada kita dibanding ketidak nyamanan,saat aku tanya beri aku bukti bahwa hidup ini indah dan nyaman, temanku hanya menjawab ringan ” KAMU TIDAK AKAN MAU KALAU DISURUH BUNUH DIRI SEKARANG JUGA! “

Benar juga ya ? maka dalam hatiku bergumam jangan mengeluh ketika kamu mendapat kesusahan. Walaupun hatiku sekarang sangat sesak dan sumpek.

2 Tanggapan

  1. Pak Wawan coba belajar jangan terlalu ambisi untuk menginginkan sesuatu yg kita tdk dpt menjangkaunya. Terimalah apa yang kita dapati, Coba belajar….bersyukur kalau mendapatkan anugrah, bersabar kalau mrendapat musibah, karena itu adalah cobaan hidup untuk kita yg diberikan Allah semata. Kalau kita bisa menjalani ini, insyaAllah hidup kita tdk akan merasa sumpek dan suntuk….Dont worry…be happy…..

  2. Hatur nuhun wa Haji tos kersa ngageuing , U r my Best Friend
    memang kadang kita perlu di ingatkan oleh orang lain karena perasaanku aku sudah berusaha jadi simply man 486 purnama saya telah mencobanya ternyata aku masih tetap belum berhasil, saya bersukur punya Uwa yang sebaik anda, jarak memang memisahkan kita ternyata hati kita tak sejauh itu , Hatur Nuhun wa Haji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: