Aku,Kamu dan Gunung


Siang itu saya masih menjalankan tugas saya ngajar di Kelas, Dua jam terahir aku ngajar di kelas 9 C walaupun siang menyengat kelihatan anak-anak masihantusias mengikuti pelajaran memang satu dua siswa kelihatan sudah mulai tidak konsentrasi lagi pada pelajaran,karena melihat teman-temannya sudah ada yang beraktivitas di luar kelas, lima menit sebelum jam pelajaran berahir tiba-tiba HP ku berbunyi memberi tau ada SMS masuk segera aku buka isinya “Kita Jalan Yu…”,dalam hati aku berpikir hari panas gini jalan malas amat rasanya, sambil memerintahkan kepada siswa untuk berkemas mengahiri pelajaran aku terus beroikir jawaban apa yang sebaiknya aku berikan atas SMS itu, belum sempat aku menemukan jawaban yang tepat sudah muncul SMS berikutnya, “Kalo gak mau aku ,mo jalan dengan yang lain”, aku cuma bisa senyum sambil berjalan keluar kelas aku iseng jawab sekenanya “OK kita jalan “.
gunung.jpg
Sesampainya di ruang guru seperti biasa aku rehat sambil minum segelas kopi untuk menyegarkan kembali tubuhku yang sangat lelah setelah 6 jam aku ngajar secara simultan, aku terus berpikir jalan kemana? , ah…mengapa mesti dipikir lebih baik aku nikmati saja waktu rehatku toch dipikirkan juga aku gak dapat jawabannya, karena selama ini aku hanya beraktifitas di seputaran sekolah dan rumah saja sehingga aku tak tau tempat mana yang enak untuk jalan-jalan disiang hari bolong seperti ini.

Tiba-tiba seorang rekan ku menegurku “dah Sholat Blum”, aku jawab belum aku baru selesai dari kelas nih rekanku terus mengajakku untuk Sholat berjamaah,dalam hatiku dari pada mikirin yang belum tentu baikan aku sholat dulu lah, yang sudah jelas aku lakukan, selesai sholat muncul panggilan dari HP ku ketika aku jawab ,suara dari sebrang cukup singkat aku ada di tempat parkir di depan, setengah tak percaya aku bergegas menghampirinya ke tempat yang disebutkannya tadi, ternyata memang dia sudah memarkir mobilnya ditempat yang disebutnya, ketika aku buka pintunya senyuman menyambutku,maka aku sapa dia mau jalan kemana? dia hanya menjawab singkat tutp dulu pintunya baru kita jalan, m,ak aku tutup pintu mobil itu dan perlahan mobil meninggalkan hallaman sekolah, ia bertanya belok kiri atau kanan,aku jawab sekenanya seperti biasa kiri saja, mendengar jawaban singkatku, ia mengejar dengan pertanyaan berikutnya “emang kita mau kemana?”, aku hanya menjawab bawa aku ke tempat yang kamu senangi, tanpa banyak bicara ia mengarahkan kendaraannya ke arah selatan, sambil terus ngobrol aku baru menyadari sudah berada di batas kota, maka aku yang giliran bertanya, memang kita mau kemana?, ia hanya menjawab singkat”ketempat yang aku senangi!’,kan kamu tadi mau ketempat yang aku senangi, sambil senyum geli aku terus mengajak dia bicara ringan, ternyata mobil terus diarahkan ke arah gunung di selatan Bandung.

Ternyata aku dibawa ke arah Ciwidey aku baru menyadari ternyata kesenangan dia dan aku sama tempat yang jauh dari keramaian,walaupun aku belum pernah memberitahukannya, menyadari hal tersebut aku katakan padanya ,koq bisa ya… keinginan kamu dan saya nyambung padahal kita gak pernah ngasi tau kamu tempat yang aku senangi, dia hanya jawab singkat”gak Tau ..ah”……..

Tanpa terasa perjalanan sudah sampai ditempat yang ia maksud, dan mobilpun ia parkir di halaman sebuah rumah makan yang tidak terlalu besar.Aku suka tempat ini walaupun makanannya gak enak-enak amat tapi coba kamu liat viewnya, bagus kan?.aku hanya menganggukkan kepala tanda setuju,karena memang tempat ini memang sangat bagus terutama pemandangan ke arah belakang ada sebuah sungai yang cukup bersih dan sawah,walaupun saat ini sedang musim kemarau, tapi suasananya masih tetap hijau dengan latar sebuah gunung, ya….cukup sejuklah buat mata.

Sambil menunggu pesanan makanan datang ,sekali lagi aku tanya kenapa ia suka tempat ini dan sepertinya ia sudah sangat akrab dengan tempat ini,ia hanya jawab dengan senyuman dan menjawab dengan singkat”gak penting …lah”,yang jelas aku suka tempat ini. Akupun mengalihkan arah pembicaraan ke arah yang lebih ringan sambil diselingi sedikit canda, tampak ia sangat menikmati sekali, pembicaraan terpotong oleh sapaan pemilik Warung yang siap menyajikan pesanan, sambil makan akupun meneruskan pembicaraan,dan dengan iseng aku tambahkan sedikit potongan ikan ke piringnya, “makasih”,katanya dengan lirih aku hanya senyum tampaknya tindakanku tadi sebuah kejutan baginya.

Waktu terus berjalan terasa sangat cepat, aku bilang sudang jam empat nih…, yuk kita pulang sahut dia,sambil membereskan tasnya,ia ucapkan terima kasih,aku jawab makasih untuk apa?, for all jawabnya .Ia pun bergegas kearah mobilnya untuk pulang bersama kembali kearah Bandung…………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: