Fikmin # Hampura #

Masih kabayangkeun nepi ka poe iru, manehna mun gering teh tara ogo tara loba pamenta, tapi beda ti sasari harita manehna rada hareeng, ceuk gerentes hate karek hareeng saeuitik meni loba pamenta pisanna.Make jeung menta dibaturan sare malah menta sare na lahunan sagala. ku kuring manehna sina sare na lahunan bari sakalian dipencetan . Bari ngaharewos manehna menta hampura .ku kuring dijawab bari teu pati diperhatikeun, Na beut teu sangka gening eta teh pamenta nu pamg ahirna nu teu disangka ku kuring , Hampura anaking Bapa teu nyangka anjen bakal balik miheulaan bapa.

Fikmin # Simonceli #

Kuring geus teu malire,teuing saha nu aya di barisan hareup, panon kuring keuekeuh neangan motor manehna aya dimana, Kuring nanyakeun ka baudak nu sarua keur anteng. “Duka, teu katingal” ceuk manehna, bari teu ngalieuk-lieuk acan. Teu lila manehna ngagorowok bedas pisan, “Waaaahhhhh….Labuh, paeh eta mah ?” Ceuk manehna. Kuring ningali manehna ngajoprak di tengah jalan, Bandera beureum diangkat tanda balap dieureunkeun ku panitia, teu kungsi lila kuring ngadenge berita Simonceli paeh lantaran tau Parna basa manehna labuh terus katabrak ku si Collin

Fikmin # Si Neok #

Geus ampir dua jam kuring sorangan hareupeun komputer, da pamajikan keur gawe biasana balik pasosore, tapi tadi beurang manehna nelpon cenah balik teh leuwih ti biasa da aya uruskeuneun. kuring gawe diluhureun kasur maksud teh mun cape tinggal ngagoler, ku lantaran cape teu karasa reup we kuring kasarean sigana mah,antara inget jeung heunteu rarasaan kuring aya anu ngagalentoran na hate ehm bagja temen pamajikan balik meureun ?. Tapi barang kuring ngorejat anu aya deukeut kuring teh lain pamajikan tapi si Neok Ucing kuring, beu……

Fikmin # Hudang #

Anjen nu geus tilu puluh taun sare na enggon hate, kiwari hudang deui bari mawa oleh-oleh harepan nu teu kungsi katarima.

Pasangan nikah 72 Tahun, Meninggal bergandengan tangan

Pasangan yang sudah menikah selama 72 tahun ini meninggal dengan bergandengan tangan. Keduanya menghembuskan nafas terakhir di sebuah rumah sakit di AS setelah mengalami kecelakaan.

Seperti dikutip dari ABC News, Gordon Yeager (94 tahun) dan istrinya Norma (90 tahun) meninggalkan rumahnya di sebuah kota kecil bernama State Center, Iowa, Rabu (19/10/2011). Mereka berencana pergi ke pusat kota Iowa.

Tapi keduanya tidak pernah sampai ke Iowa. Kecelakaan mobil membuat pasangan itu masuk ruang gawat darurat rumah sakit. Keduanya mengalami patah tulang dan sejumlah luka-luka.

Menurut anak pasangan itu, Donna Sheets (71 tahun), saat sudah berada di rumah sakit, ayah dan ibunya tetap saling peduli. “Dia (Norma) bilang dadanya sakit dan dia bertanya bagaimana dengan ayah,” ujar putra mereka, Dennis Yeager (52 tahun). “Sedangkan ayah merasa punggungnya sakit dan dia juga bertanya bagaimana ibu kami,” tambahnya.

Ketika pihak rumah sakit menginformasikan kondisi pasangan itu tidak juga lebih baik, mereka akhirnya ditaruh dalam satu ruangan. Di ruangan tersebut, mereka berbaring di tempat tidur yang berdampingan dan keduanya pun bergandengan tangan.

“Mereka bergandengan tangan. Ayah dengan tangan kanannya dan ibu tangan kiri,” kisah Sheets.

Gordon Yeager menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 15.38. Saat itu dia sudah tidak bernapas. Namun keluarga terkejut saat melihat layar monitor jantung.

“Kami melihat ke monitor kalau jantungnya masih berdetak. Perawat mengatakan ayah mengambil detak jantung ibu melalui tangan ibu,” tutur Sheets.

“Kami berpikir, Ya Tuhan, jantung ibu masih berdetak melalui ayah,” tambah Yeager.

Satu jam kemudian, Norma Yeager meninggal, menyusul sang suami. “Ayah selalu bilang seorang wanita layak ditunggu. Ayah menunggu satu jam dan menahan pintu untuknya,” tutur Dennis lagi.

Pasangan yang setia sampai akhir hayat itu menikah pada 1939 di hari Norma Yeager lulus dari SMA. Sepanjang hidup, mereka terus bersama-sama. Keduanya selalu berpergian bersama.

“Mereka selalu melakukan semuanya bersama-sama. Mereka tidak pernah terpisahkan, benar-benar tidak pernah,” ungkap Sheets.

Sumber : Walipop

Indonesia dan 5 negara merayakan Iedul fitri 1432.H Besok

Sidang itsbat yang berlangsung sengit semalam akhirnya berhasil memutuskan bahwa 1 Syawal 1432 Hijriah di Indonesia jatuh pada 31 Agustus 2011.

Dengan ditetapkannya tanggal itu, jelas pula kiranya kapan para pemeluk Muslim di tanah air dapat merayakan lebaran.

Dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Suryadharma Ali, sidang yang diikuti oleh berbagai organisasi massa (ormas) Islam di Indonesia seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah mengetengahkan simpulan laporan dari beberapa titik rukyat, yang secara umum berarti melihat langsung hilal dengan mata.

Laman moonsighting.com mencatat 28 negara seperti Saudi Arabia, Perancis, Amerika Serikat, Yordania, Filipina – untuk menyebut beberapa – memilih hari ini, Selasa, 30 Agustus 2011 sebagai hari pertama bulan Syawal. Dengan demikian, negara-negara itu secara otomatis resmi merayakan lebaran pada hari yang sama.

Sementara itu, selain Indonesia, negara lain yang akan memuliakan Idul Fitri pada hari Rabu, 31 Agustus 2011, adalah Oman, Tanzania, Afrika Selatan dan Selandia Baru.

Namun, laman yang sama menunjukkan bahwa rukyat di sekitar 16 negara pada tanggal 29 Agustus 2011 hanya menempatkan Cili sebagai satu-satunya yang melihat hilal. Turki, China, Perancis dan Filipina gagal menyaksikan hilal. Namun, keputusan mereka segendang-sepenarian dengan 24 negara lain yang merayakan lebaran hari ini.

• VIVAnews

Jembatan Surga dan Neraka

Menyongsong Lebaran, penghuni surga dan neraka bersepakat membangun jembatan, supaya mereka bisa saling bersilaturahmi, saling kunjung-mengunjungi. Maklum, ada juga anggota keluarga yang tinggal terpisah. Lalu, tugas pun dibagi rata. Setengah bagian dari jembatan itu harus dibangun dari wilayah surga, setengah yang lain dari area neraka. Nanti, disambung persis di tengah.

Satu bulan berlalu, dua bulan lewat … Dari wilayah neraka, terlihat jembatan hampir rampung dibangun setengah jalan.

Tapi, jembatan dari wilayah surga belum juga tampak kerangkanya. Dibangun pun ternyata belum sama sekali.

Sudah tak sabar ingin menyeberang, penghuni neraka berteriak. “Woiiii… kok, jembatan dari surga nggak jadi-jadi siiih…?!”

Penghuni surga yang terdiri dari ustadz, pastor, pendeta, pedanda, dan bhiksu, membalas (sambil garuk-garuk kepala).

“Gimana mau jadi?… Kontraktornya ada di sono semua!!!”

 

*diadaptasi dari pesan yang tersebar melalui BlackBerry Messenger

“Edaaan… ternyata cuman beda satu menit doang sama kampung saya, euy!”

Si Ujang baru pertama kali pergi keluar negeri. Tak kepalang, dia langsung melancong ke New York, Amerika Serikat. Di kota metropolitan dunia ini, dia tinggal di hotel, beberapa blok dekat Konsulat RI. Baru tiba, dia sudah kangen berat sama suasana Ramadan di kampungnya. Dia kepingin menelepon ke rumah. Cuma, dia kebingungan jam berapa saat itu di kampungnya di Cikoneng, Jawa Barat. Dia khawatir keluarganya masih pada tidur, nanti ongkos telepon internasional yang mahal terbuang sia-sia. Pikir punya pikir, dia lalu menelepon operator, mau numpang tanya perbedaan waktu antara Amerika dan Indonesia. Dengan bahasa Inggris modal kamus dia pun mengangkat telepon. Hakulyakin dia bertanya, meski sambil terbata-bata: “Hello operator… time difference… New York and Cikoneng, West Java, please.” Operator langsung menjawab: “One minute, please…” Eh, si Ujang malah langsung menutup telepon sambil berseru kegirangan: “Edaaan… ternyata cuman beda satu menit doang sama kampung saya, euy!”

 

Sumber : VIVanews

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.